MARTAPURA – Membaca bukan sekadar aktivitas untuk memperoleh informasi, tetapi juga menjadi langkah awal untuk melahirkan gagasan dan karya. Semangat tersebut diwujudkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banjar melalui Lomba Pembuatan Resensi Buku Berbasis Koleksi Perpustakaan Tingkat SMP Sederajat dan SMA Sederajat se-Kabupaten Banjar Tahun 2026.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan minat baca sekaligus mengembangkan kemampuan literasi, kreativitas, dan daya pikir kritis pelajar di Kabupaten Banjar.
Melalui lomba ini, para peserta diajak untuk membaca dan memahami buku yang menjadi bagian dari koleksi perpustakaan, kemudian menuangkan pemikiran dan penilaiannya dalam bentuk resensi. Peserta tidak hanya dituntut memahami isi buku, tetapi juga mampu mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan buku serta menyampaikan pendapat secara sistematis dan menarik.

Antusiasme pelajar terhadap kegiatan tersebut terlihat dari keikutsertaan peserta yang berasal dari berbagai sekolah di Kabupaten Banjar. Setelah melalui proses seleksi dan penilaian oleh dewan juri, sebanyak 25 peserta terbaik berhasil terpilih untuk mengikuti tahapan selanjutnya.
Para peserta terpilih kemudian diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil resensinya di hadapan dewan juri. Tahapan ini menjadi bagian penting dalam penilaian karena peserta tidak hanya menunjukkan kemampuan menulis, tetapi juga kemampuan berkomunikasi, menyampaikan gagasan, dan mempertanggungjawabkan isi resensi yang telah dibuat.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banjar menyampaikan bahwa kegiatan lomba resensi buku merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat budaya literasi di kalangan generasi muda.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong anak-anak untuk lebih dekat dengan buku dan perpustakaan. Membaca diharapkan tidak berhenti pada mengetahui isi buku, tetapi juga mampu melahirkan pemikiran, kreativitas, dan karya,” ujarnya.
Menurutnya, kemampuan literasi menjadi salah satu bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi perkembangan informasi yang semakin pesat. Karena itu, pelajar perlu dibiasakan untuk membaca secara kritis, memilah informasi, serta mampu menyampaikan pendapat berdasarkan apa yang telah dipelajari.
Selain menjadi ajang kompetisi, lomba ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi peserta. Mereka mendapatkan pengalaman dalam memilih bahan bacaan, memahami isi buku, menyusun tulisan, mengembangkan argumentasi, hingga menyampaikan gagasan di depan orang lain.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banjar berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan budaya literasi di lingkungan sekolah. Semangat membaca dan menulis diharapkan terus tumbuh sehingga perpustakaan tidak hanya dipandang sebagai tempat menyimpan buku, tetapi juga sebagai ruang untuk belajar, berkreasi, dan menghasilkan karya.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat melahirkan bibit-bibit penulis muda dari Kabupaten Banjar yang mampu menghasilkan karya berkualitas dan menginspirasi lingkungan sekitarnya.
Dari membaca menjadi gagasan, dari gagasan menjadi tulisan, dan dari tulisan lahir sebuah karya. Semangat literasi terus tumbuh untuk mewujudkan generasi Kabupaten Banjar yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banjar Maju Mandiri Agamis